Hanif Dhakiri: G-20 Harus Berkomitmen atasi Pengangguran Kaum Muda

135
SHARE
photo1
pemasyarakatan-hi1463106306
Pertukaran informasi yang berkeadilan antara negara anggota G-20 sangat diperlukan di masa yang akan datang. Komitmen ini penting dalam upaya bersama untuk mewujudkan pengurangan pengangguran kaum muda yang dewasa ini menjadi tantangan dunia. 
Demikian pokok pikiran yang dikemukakan Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri dalam Working Dinner Menteri Tenaga Kerja  anggota G-20. Working Dinner yang difasilitasi oleh Direktur Jenderal International Labour Organization (ILO), Guy Ryder,  itu berlangsung Rabu (08/06) malam, di Kantor ILO, Jenewa.
Pada Working Dinner yg dihadiri seluruh anggota G-20 yang mengangkat isu pengangguran kaum muda itu, Menaker Hanif Dhakiri, mengusulkan beberapa hal guna  mempercepat pengurangan pengangguran terutama kaum muda. Usulan tersebut diantaranya,   melakukan pertukaran informasi dan membentuk jejaring pasar kerja diantara negara-negara G-20.
Menaker Hanif Dhakiri mencontohkan, berkaitan permintaan tenaga kerja (demand side), sesama anggota G-20, hendaknya tidak berhenti pada sektor yang dibutuhkan saja tetapi perlu di breakdown lebih rinci sampai kepada permintaan (demand) sesuai jabatan, spesifikasi jabatan serta persyaratan jabatan. Sedangkan pada  sisi penawaran (supply side) diperlukan suatu persiapan dalam peningkatan ketrampilan, sertifikasi maupun pengakuan ketrampilan itu sendiri. 
"Pertukaran informasi pasar kerja sangat penting untuk dikongkritkan sehingga membantu proses penyiapan tenaga kerja yang terlatih, tersertifikasi dan diakui oleh negara-negara anggota G-20", ujar Hanif. 
Selain itu, Hanif juga meminta agar negara-negara anggota G-20 dapat berbagi informasi dalam pengembangan dan perluasan kesempatan kerja (job creation) bagi kaum muda. Hal ini penting dalam upaya meningkatkan peluang dan mendorong kaum muda menjadi wira usahawan baru, yang sekaligus menekan angka pengangguran kaum muda.
Biro Humas Kemnaker