Himpun Pemikiran Strategis Hubungan Industrial Melalui Forum Rembug Nasional

288
SHARE
photo1
img_8576

Jakarta – Dinamika dunia usaha dan industri yang terjadi saat ini maupun di masa depan akan turut mempengaruhi dinamika hubungan industrial di lingkungan kerja. Oleh karenanya, Rembug Nasional harus terus ada agar sharing pemikiran-pemikiran baru dalam dunia ketenagakerjaan, khususnya dalam bidang hubungan industrial dapat teraktualisasikan.

“Sedangkan tujuan Rembug Nasional adalah terhimpunnya pemikiran-pemikiran strategis tentang konstelasi dan konfigurasi hubungan industrial ke depan yang mendukung terwujudnya Visi Indonesia Emas 2045,” ujar Dirjen PHI dan Jamsos Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) Haiyani Rumondang pada acara Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka persiapan ‘Rembug Nasional Bidang Hubungan Industrial Tahun 2016’ di Kantor Kemnaker, Jakarta, Jum’at (23/9/2016).

Selain sebagai forum untuk mewadahi pemikiran-pemikiran strategis dalam bidang hubungan industrial, Rembug Nasional Bidang Hubungan Industrial juga diharapkan dapat merumuskan Rancang Bangun Hubungan Industrial di Indonesia ke depan. Dengan adanya Rancang Bangun Hubungan Industrial tersebut, diharapkan dinamika hubungan industrial di Indonesia dapat memenuhi tuntutan globalisasi. Sehingga, kesepakatan para pelaku dan pemangku kepentingan di bidang hubungan industrial sangat diperlukan untuk mewujudkan Rancang Bangun Hubungan Industrial sebagaimana dimaksud sesuai dengan peran dan fungsinya.

“Tetapi tetap bertumpu pada nilai-nilai Pancasila dan budaya Indonesia,” jelas Dirjen Haiyani.

FGD yang dilaksanakan di Kantor Kemnaker tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal PHI dan Jamsos Kemnaker, Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB), APINDO, Mediator Hubungan Industrial, dan pakar/praktisi ketenagakerjaan. FGD tersebut ditujukan untuk mnyempurnakan Kertas Kerja Bersama sebagai bahan FGD pada Rembug Nasional 2016.

“Kertas Kerja Bersama ini adalah hasil FGD Regional oleh masing  masing direktorat dengan stakeholder di beberapa wilayah,” pungkasnya.